Selasa, 01 Maret 2011

JENIS-JENIS JAMUR TIRAM

1. Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus), dikenal juga dengan nama shimeji white (varietas florida). Warna tubuh buahnya putih sampai putih kekuningan dengan diameter tudung 3-14 cm.
2. Jamur Tiram Biru ( Pleurotus Ostreatus Columbinus). Warna tudungnya biru keunguan, tudung berukuran kecil dan tubuh buah besar dan kaku. diameter antara 4-6 cm
3. Jamur Tiram Coklat (Pleurotus Cystidiosus), dikenal dengan nama jamur abalon. Warna tudungnya keabu abuan sampai abu abu kecoklatan. Diameternya antara 5-12 cm.
4. Jamur Tiram Abu-Abu (Pleurotus Sajorcaju), dikenal dengan shimeji grey karena tudung berwarna abu kecoklatan sampai kuning kehitaman dengan diameter 6-14 cm.
5. Jamur Tiram Merah atau Pink (Pleurotus Flabellatus), dikenal dengan nama sakura karena tudungnya berwarna kemerahan. Diameter antara 5-12 cm.
Diantara keempat jenis jamur tiram yang dibudidayakan, Pleurotus ostreatus paling digemari petani karena memiliki sifat yang adaptif dan tahan lama penyimpanan, selain juga karena sudah memasyarakat. Jenis jamur lainnya kurang popular di Indonesia karena warnanya yang mencolok dan terkesan aneh memberi kesan jamur beracun, hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat. Anda tinggal pilih, mau budidaya jamur tiram jenis apa!


Pembibitan Jamur Tiram

POTENSI JAMUR  yang tak kunjung padam, semakin memikat para pecinta agribisnis
untuk mencoba menggeluti usaha satu ini.
Bagaimana mudahnya berbisnis Jamur ini akan kami kupas tuntas bersama ahlinya,“Peluang Emas Budidaya Jamur Misellia”
Jadwal Pelatihan; Minggu, 17 Juli 2010
Peserta terbatas hanya untuk 10 orang. SEGERA daftarkan diri anda!!!
Budidaya jamur tiram saat ini memang sedang banyak diminati pasar.  Prospek ekonomi yang cukup baik, menjadikan budidaya jamur tiram sebagai peluang usaha baru yang cukup menjanjikan.  Luasnya pasar yang ada saat ini juga menjadi poin penting dari peluang usaha ini.
Budidaya jamur tiram sendiri tidaklah sulit, hanya membutuhkan media tumbuh yang biasanya disebut dengan baglog, suhu udara dan kelembapan yang teratur, serta penyiraman yang teratur. Sehingga banyak orang awam juga dapat memulai budidaya jamur tiram ini.
Untuk menjalankan usaha ini yang penting adalah proses pembibitan jamur sebelum dilakukan budidayanya. Langkah awal yang disiapkan dalam memulai pembibitan jamur tiram ini adalah menyiapkan media tanam jamur. Bahan utama media jamur adalah serbuk kayu sengon. Atau dapat juga menggunakan serbuk kayu jenis lain asalkan bukan jenis kayu yang beracun. Berikut adalah cara mudah pembibitan jamur tiram selengkapnya.
I. Pembuatan Media Baglog Jamur
Mulanya bekatul dicampur rata dengan dolomite (kapur pertanian), lalu digelar secara merata di lantai dengan komposisi bekatul 15%, dolomite 2%. Kemudian serbuk gergaji yang sudah mengandung air ±60%, digelar rata diatas campuran bekatul-dolomit, dengan komposisi serbuk gergaji 83%.
Setelah itu di aduk rata. Pengadukan dilakukan minimal 3x, sehingga adukan menjadi homogen. Kemudian adukan yang telah homogen ditutup dengan plastic atau terpal dan biarkan selama 24 jam, bertujuan agar terjadi fermentasi campuran.
II. Pembungkusan Media Baglog
Media yang telah di fermentasi dimasukkan de dalam wadah plastik sambil dipadatkan. Selanjutnya dilakukan pengepressan agar kepoadatan maksimal.
Media yang tadi telah dipress, dipasangkan cinicn dan ditusuk menggunakan kayu yang nantinya berfungsi sebagai tempat bibit jamur yang akan ditanam. Kemudian setelah itu dipasangkan kapas dan ditutup. Fungsi tutup agar pada saat pengovenan atau proses sterilisasi, kapas tidak basah oleh uap air. Dan setelah itu media siap disterilkan.
III. Pensterilisasi Media Baglog
Media dimasukkan ke dalam krat yang telah disediakan, dan disusun di dalam ruang oven. Setelah ruang oven penuh, pintu ditutup rapat agar tidak terajdi kebocoran. Kemudian api dinyalakan di bawah ketel uap, biarkan menyala terus sampai suhu di dalam oven mencapai 95ÂșC atau minimal waktu pengovenan 8 jam. Setelah suhu yang dibutuhkan tercapai, biarkan oven tetap tertutup selama 12 jam.
IV. Pembibitan Media Baglog Jamur
Siapkan botol bibit F3 jamur dan peralatan pengduk bibit, lalu disterilkan menggunakan alkohol dan dibakar. Kemudian media jamur yang ada di dalam oven dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam ruangan inokulasi atau pembibitan. Setelah selesai, ruangan disterilkan. Sementara itu tangan dan pakaian petugas pembibit juga disterilkan dengan alkohol.
Bibit F3 jamur yang berada di dalam botol diaduk menggunakan alat pengaduk. Kemudian kapas media jamur dibuka selanjutnya bibit F3 dituang ke dalam media sampai penuh, diguncang dan langsung ditutup kembali.
Pembibitan telah selesai dilakukan. Dan kemudian media dipindah ke ruang inkubasi.
V. Masa Inkubasi
Masa inkubasi adalah masa pertumbuhan miselium jamur di dalam media jamur. Pertumbuhan miselium ditandai dengan serat putih, yang dimulai dari tempat awal bibit ditanam dan terus berkembang.
sumber gambar: Tim bisnisUKM

0 komentar:

Posting Komentar